“DME kita, gasifikasi daripada batu bara kita dengan Bukit Asam, yang baru akan kita groundbreaking minggu depan,” kata Dony.
Dony menegaskan, seluruh proyek hilirisasi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia serta menciptakan lapangan pekerjaan yang signifikan bagi masyarakat.
Menurutnya, investasi besar di sektor hilirisasi juga ditujukan untuk memperkuat nilai tambah sumber daya alam dan menopang pembangunan nasional ke depan.
Pekan lalu, Danantara telah memulai pembangunan sejumlah proyek hilirisasi, meliputi smelter aluminium baru serta smelter grade alumina refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.
Selain itu, groundbreaking dilakukan untuk pabrik bioetanol Glenmore fase I di Banyuwangi dan pabrik biorefinery penghasil bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah.
Danantara juga memulai pembangunan proyek peternakan unggas terintegrasi yang tersebar di berbagai daerah, yakni Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, serta Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di sektor lainnya, perusahaan melakukan groundbreaking pabrik garam yang berlokasi di Sampang, Madura, serta kawasan Manyar dan Segoromadu 2 di Gresik.
(art/wdh)
































