“Volatilitas yang terjadi belakangan ini memunculkan pertanyaan apakah benar emas bisa menjadi sarana lindung nilai dari ketidakpastian pasar dan geopolitik? Kamu meyakini bahwa kekhawatiran seperti itu sudah selesai, dan reli harga emas akan berlanjut,” kata Mark Haefele, Global Wealth Management Chief Investment Officer UBS Group AG, dalam catatannya, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Perkembangan di Amerika Serikat (AS) juga sepertinya akan suportif bagi harga emas. Kevin Warsh, kandidat Gubernur Federal Reserve pilihan Presiden Donald Trump, menegaskan dukungannya terhadap penurunan suku bunga.
“Bersama dengan risiko geopolitik yang persisien, ini akan menopang harga emas,” lanjut Haefele.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil. Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (11/2/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 57. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 24. Menghuni area jual (short) yang kuat, bahkan sudah hampir jenuh (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya bisa beresiko turun. Waspadai pivot point di US$ 5.038/troy ons.
Dari sini, harga emas bisa saja mengetes support US$ 5.002-4.886/troy ons. Support terjauh ada di US$ 4.861/troy ons.
Namun seandainya harga emas bisa naik lagi, maka US$ 5.077/troy ons rasanya menjadi resisten terdekat. Resisten lanjutan ada di US$ 5.086-5.140/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.256/troy ons.
(aji)






























