Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Pertumbuhan Ekonomi RI Tinggi, Tapi IHSG Terkoreksi

Hidayat Setiaji
05 February 2026 12:52

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di jalur merah pada perdagangan Sesi i. Data pertumbuhan ekonomi belum bisa menjadi katalis positif bagi pasar saham Tanah Air.

Pada Kamis (5/2/2026), IHSG berada di posisi 8.141,85 kala penutupan perdagangan Sesi I. Melemah tipis 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kala pembukaan pasar, IHSG naik 0,1%. Namun dalam hitungan menit, penguatan IHSG sudah tergerus. Hingga akhirnya pada penutupan perdagangan Sesi I resmi masuk zona merah.


Rilis data pertumbuhan ekonomi belum mampu jadi angin segar bagi IHSG. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 tumbuh 5,39% (year-on-year/yoy). Ini menjadi catatan tertinggi sejak kuartal III-2023 atau 13 kuartal terakhir.

Untuk keseluruhan 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,11%. Tertinggi sejak 2022 atau tiga tahun terakhir.