Logo Bloomberg Technoz

Ketimpangan September 2025: Desa Mengecil, Perkotaan Masih Tinggi

Sultan Ibnu Affan
05 February 2026 14:20

Ilustrasi kemiskinan di Jakarta. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi kemiskinan di Jakarta. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah angka tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur melalui indeks gini rasio berdasarkan data survei per September 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, indeks rasio gini per September tercatat sebesar 0,363, atau turun 0,012 poin dibandingkan posisi Maret 2025 yang masih sebesar 0,375.

Sebagai catatan, rasio gini membentang dari 0 hingga 1. Semakin kecil angkanya, maka kondisi makin merata. Sebaliknya, makin mendekati 1 maka makin timpang.


"Pada September 2025, ketimpangan sebesar 0,363 atau turun sebesar 0,012 basis poin dari Maret 2025. Ketimpangan di perkotaan terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan ketimpangan di pedesaan," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Amalia memaparkan, tingkat ketimpangan kota tercatat sebesar 0,383. Meski turun 0,012 poin dari posisi Maret 2025, angkanya masih lebih tinggi dibandingkan rasio gini perdesaan yang berada di angka 0,295. Rasio gini perdesaan ini juga turun 0,004 poin.