Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi RI Tumbuh 5,11%, Tak Mampu Angkat Rupiah Lawan Dolar

Redaksi
05 February 2026 12:05

Rupiah. (Bloomberg)
Rupiah. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan siang ini, setelah sempat menguat tipis dalam pembukaan tadi pagi, di tengah rilisnya data pertumbuhan ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) dan penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS). 

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah susut 0,32% ke posisi Rp16.829/US$ menyusul rilisnya data pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,11%, dengan pertumbuhan kuartalan mencapai 5,39%. Ini merupakan pencapaian tertinggi sejak 2022. 

Meski angka ini sejalan dengan prediksi para ekonom dengan beberapa data indikator permintaan juga relatif mendukung, seperti keyakinan konsumen yang tetap kuat pada Desember 2025, penjualan eceran yang tumbuh, likuiditas dan penyaluran kredit yang menguat, serta aktivitas manufaktur yang berada pada fase ekspansi. 


Namun, kondisi ini mengindikasikan stagnasi pertumbuhan di kisaran 5%, bahkan lebih rendah dari target pemerintah yang dipatok di level 5,5%. 

Menurut Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata, ada dua penahan utama yang membuat laju pertumbuhan domestik tetap sulit lepas dari kisaran 5%. Pertama, penopang eksternal melemah dimana kontribusi net ekspor cenderung menurun karena ketidakpastian perdagangan global, permintaan dunia yang tidak setinggi sebelumnya terutama dari China, serta impor yang meningkat ketika permintaan domestik pulih.