Akan tetapi, data yang positif tersebut belum bisa menjadi ‘bensin’ bagi laju IHSG.
Tamara Mast Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, menilai masih harus dibuktikan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut berkelanjutan atau hanya temporer. Sebab, beberapa kuartal terakhir terjadi perlambatan permintaan sehingga ada potensi terciptanya pent-up demand (peningkatan drastis setelah penurunan).
“Masih terlalu awal untuk melihat bahwa pertumbuhan ini berkelanjutan atau hanya temporer akibat pent-up demand,” sebut Henderson.
Ke depan, Henderson memperkirakan konsumsi rumah tangga akan mengalami momentum pertumbuhan yang gradual. Risiko ada di investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PDB).
“Walau belanja modal naik pada 2025, tetapi ada tantangan pada 2026. Termasuk ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang melambat akibat kebijakan tarif di Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang terlalu longgar,” tegasnya.
(aji)





























