Logo Bloomberg Technoz

BPS: Industri Tambang Terkontraksi 0,66% Sepanjang 2025

Sultan Ibnu Affan
05 February 2026 13:00

Alat berat beroperasi di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri
Alat berat beroperasi di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan industri pertambangan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi sepanjang 2025 year-on-year (yoy).

BPS mencatat pertumbuhan industri pertambangan berbalik minus 0,66% secara tahunan apabila dibandingkan dengan torehan 2024. Malahan, sektor pertambangan mencatat minus 1,31% pada kuartal IV-2025.

“Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tumbuh 5,11%, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan,” kata Ketua BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers daring, Kamis (5/2/2026).


Adapun, sektor pertambangan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 bersama dengan industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi.

Di sisi lain, industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 5,3% sepanjang 2025. Sementara itu, perdagangan dan pertanian masing-masing mencatatkan pertumbuhan 5,49% dan 5,33%.