Logo Bloomberg Technoz

Kedua, penahan domestik lebih struktural yakni konsumsi membaik tetapi belum sepenuhnya kuat dan merata karena tekanan daya beli kelompok kelas menengah dan kualitas penciptaan kerja, sementara investasi memang tumbuh tetapi masih menghadapi hambatan yang berulang seperti perizinan, suku bunga, perpajakan, dan kepastian ketentuan, yang tercermin dalam survei dunia usaha.

“Permintaan domestik tetap menjadi jangkar, tetapi ruang dorongan kebijakan tidak sebebas sebelumnya karena perlu menjaga stabilitas makro,” kata Josua, Kamis (5/2/2026). 

Di tengah rilisnya data pertumbuhan domestik ini, rupiah masih dibayangi beberapa sentimen. Seperti, potensi defisit transaksi berjalan yang melebar saat impor barang modal dan bahan baku naik untuk mengejar investasi, sementara ekspor menghadapi ketidakpastian global. 

Di sisi lain, dorongan fiskal yang terlalu agresif berisiko memperlebar defisit anggaran sehingga menimbulkan kekhawatiran stabilitas. 

Selain itu, transmisi ke ekonomi riil juga belum sepenuhnya merata dimana pertumbuhan kredit memang menguat, tetapi kredit modal kerja dan kredit usaha kecil menengah masih tertahan, sehingga penguatan permintaan belum optimal menyebar ke rantai pasok dan penyerapan tenaga kerja.

(rst)

No more pages