Logo Bloomberg Technoz

Sebanyak Rp255,5 triliun digunakan untuk pemenuhan gizi nasional atau pembelian makanan bergizi. Sementara itu, Rp12,41 triliun untuk program dukungan manajemen.

Sementara itu, sisanya sebanyak Rp67 triliun disiapkan dalam pembiayaan belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai cadangan kebutuhan program ke depan. 

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, hingga Januari, anggaran sudah terealisasi mencapai Rp19,5 triliun.

"Sampai saat ini saja Badan Gizi sudah mengeluarkan Rp19,5 triliun untuk Januari. Dan itu menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya kebutuhan bahan baku meningkat, tapi juga faktor ikutannya," kata Dadan di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Jadi Sebab Defisit APBN Melebar

Grup lembaga perbankan dan jasa keuangan HSBC Global Investment Research mengungkapkan bahwa program tersebut menjadi salah satu sebab melebarnya defisit anggaran negara sepanjang 2025. 

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 tercatat mencapai 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB), atau melewati target yang dipatok pemerintah sebesar 2,78%.

Chief India Economist and Macro Strategist Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari mengatakan pertumbuhan ekonomi pada awal 2025 tercatat masih cukup lemah, dan berakibat pada minimnya realisasi pendapatan negara. Di sisi lain, Program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memompa belanja negara.

"Menurut pandangan saya, kenaikan tajam defisit fiskal pada 2025 terutama disebabkan oleh pertumbuhan PDB nominal yang lemah, sehingga berdampak pada penerimaan pajak yang rendah," ujar Pranjul dalam konferensi pers HSBC Outlook 2026, medio Januari lalu.

"Pada saat yang sama, pemerintah meluncurkan berbagai program kesejahteraan sosial baru, seperti program makanan gratis. Kombinasi pendapatan yang lemah dan belanja yang tinggi inilah yang mendorong defisit fiskal meningkat," sambungnya menegaskan.

(lav)

No more pages