Logo Bloomberg Technoz

Hal serupa juga terjadi ketika ia menyebut dalam satu siklus 10 tahun, IHSG berpotensi naik hingga empat kali lipat dari level saat ini.

“Kalau sekarang di 8.000-an ya 32.000 itu. Lebih diketawain juga. Tapi Anda boleh ngetawain, tapi jangan lupa investasi. Nanti nyesel,” ujarnya.

Ekonomi Dijaga Tumbuh di Atas 5 Persen

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ia menilai pergerakan IHSG mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, sehingga investor tidak perlu ragu untuk masuk ke pasar domestik.

Dari sisi makro, Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 akan menembus 5,5 persen. Faktor pendorongnya antara lain percepatan belanja pemerintah serta momentum Lebaran pada Maret 2026 yang akan meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah breakout dari kutukan 5 persen,” katanya.

Ia juga menyoroti inflasi yang masih terkendali. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan tanpa komponen harga emas, inflasi berada di kisaran 1,5 persen.

“Artinya demand masih relatif rendah. Saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir kenaikan bunga yang signifikan,” pungkas Purbaya.

(red)

No more pages