Sepanjang tahun ini, Bimo memastikan otoritas pajak akan melakukan pembenahan secara menyeluruh dari berbagai kebocoran itu untuk mencapai target perpajakan yang mengalami kenaikan hingga sekitar Rp500 triliun atau setara 23%.
"Kami harus bekerja keras, dan kami harus memperbaiki mesin penerimaan negara supaya lebih konservatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan dunia bisnis," tutur Bimo.
"Di 2026 ini, dengan challenge yang luar biasa growth sekitar 22,9%, kami sudah menyiapkan strategi 2026 secara komprehensif dan menyeluruh."
Sepanjang 2025 lalu, pemerintah melaporkan realisasi penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6% dari APBN 2025 yang ditarget sebesar Rp2.189,3 triliun.
Angka itu juga lebih rendah dibanding realisasi penerimaan pajak sepanjang 2024 sebesar Rp1.932,4 triliun yang mencapai 97,2% dari target APBN 2024 sebesar Rp1.988,9 triliun
Pada tahun ini, pemerintah mematok target penerimaan perpajakan senilai Rp2.693,7 triliun. Target koleksi perpajakan ini meroket Rp504 triliun atau 23% dibanding target 2025 yang sebesar Rp2.189,3 triliun.
Secara rinci, target penerimaan perpajakan berasal dari pendapatan pajak dalam negeri , yakni terdiri dari: Pajak penghasilan (PPh); pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM); pajak bumi dan bangunan (PBB); cukai; dan pajak lainnya dengan total Rp2.601,2 triliun.
Target pendapatan dari PPh dipatok sebesar Rp1.209,3 triliun, tidak jauh berbeda dari target sepanjang 2025. Sementara itu, pendapatan dari PPnBM dipatok sebesar Rp995,2 triliun, naik 5,3% dibandingkan 2025 yang masih Rp945,1 triliun.
Kemudian, pendapatan dari PBB ditarget mencapai Rp26,13 triliun, merosot dari target 2025 yang masih sebesar Rp27,11 triliun.
Sementara itu, target pendapatan dari cukai dipatok sebesar Rp243,5 triliun, menyusut tipis dibandingkan target 2025 yang sebesar Rp244,5 triliun. Target berasal dari penerimaan cukai hasil tembakau, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Sementara itu, pendapatan dari pajak lainnya ditarget sebesar Rp126,9 triliun.
(lav)





























