Logo Bloomberg Technoz

Tersengat Sentimen MSCI, IHSG Balik Arah ke Zona Merah

Muhammad Julian Fadli
26 January 2026 15:48

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah jadi melemah 0,16% di posisi 8.936 pada Sesi II Senin (26/1/2026), tersengat sentimen kehati–hatian Goldman Sach terhadap risiko outflow mencapai US$2,3 miliar dari pasar saham Indonesia usai MSCI menghitung ulang free float saham dengan metodologi baru.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar, saham big caps, menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan Sesi II. Saham–saham properti, saham Konsumen non primer, dan saham energi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah 2,34%, 2,12% dan 2,11%.

Pada perdagangan Sesi II siang hari IHSG berbalik arah hingga terus melemah, rentang perdagangan terjadi 9.058 sampai dengan terlemahnya 8.923. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp34,14 triliun dari sejumlah 54,02 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 3,7 juta kali.


Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari dropnya sejumlah saham Big Caps. Hingga diperberat oleh tertekannya harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang ambles 2,2%, dan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang juga turun 2,2%. Hingga dengan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) drop 1,9%.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Senin (26/1/2026)

  1. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 8,57 poin
  2. Bayan Resources (BYAN) mengurangi 6 poin
  3. Bumi Resources (BUMI) mengurangi 5,73 poin
  4. Bukit Uluwatu Villa (BUVA) mengurangi 5,23 poin
  5. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 4,73 poin
  6. Petrosea (PTRO) mengurangi 4,68 poin
  7. Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) mengurangi 3,48 poin
  8. Astra International (ASII) mengurangi 3,08 poin
  9. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mengurangi 3,02 poin
  10. Barito Pacific (BRPT) mengurangi 2,87 poin

Goldman Hitung Potensi Outflow Imbas Metodologi Baru MSCI