Logo Bloomberg Technoz

Goldman Sachs memproyeksikan potensi arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia mencapai US$2,3 miliar atau menyentuh Rp38,57 triliun (dengan acuan Kurs Rp16.770/US$), seiring rencana MSCI merevisi metodologi perhitungan free float saham.

Melansir Bloomberg News, Goldman menyebut estimasi tersebut lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar US$1,8 miliar atau Rp30,18 triliun. Kenaikan potensi arus keluar terutama dipicu oleh risiko penghapusan saham dari indeks apabila faktor inklusi asing turun lebih rendah dari 15% atau kapitalisasi pasar berbasis free float tidak lagi memenuhi ambang batas indeks.

Dana yang keluar dari Indonesia diprediksi akan dialokasikan kembali ke sejumlah pasar Asia, dengan China berpotensi menyerap US$510 juta, disusul Taiwan US$420 juta, serta India dan Korea Selatan masing–masing mencapai US$290 juta.

Goldman menilai, arus keluar dana pasif terbesar akan menekan saham berkapitalisasi pasar besar, apabila perubahan metodologi tersebut disetujui dan diberlakukan pada penyesuaian indeks MSCI pada bulan Mei 2026.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada kesinambungan fiskal dan arah belanja pemerintah di tahun 2026, ini akan memengaruhi persepsi risiko Indonesia seperti pembukaan tahun yang cukup mengguncang lantara defisit fiskal melebar hampir menyentuh ambang batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

(fad)

No more pages