Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Tembus US$5.000/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat

Muhammad Julian Fadli
26 January 2026 13:07

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hari ini, Senin (26/1/2026) lonjakan harga emas dunia terus berlanjut, harganya berhasil menembus US$5.000/troy ons. Terlebih lagi, secara teknikal, harga emas berpotensi menuju harga US$5.118/troy ons, dengan sejumlah katalis dan sentimen yang memengaruhinya.

Salah satu sentimen yang jadi pendorong menguatnya harga emas adalah gelagat Amerika Serikat (AS) yang masih menjadi perhatian pasar. Situasi tergerusnya independensi Bank Sentral Federal Reserve, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga upaya pencaplokan Greenland membuat lanskap politik dan ekonomi global beringsut. 

Emiten Emas Saham ANTM Melesat Hari Ini (Bloomberg)

Saat kondisi sedang penuh guncangan, biasanya investor memilih emas yang dipandang sebagai aset aman (safe haven asset).


Mencermati lebih lanjut, menguatnya harga emas dunia ini berhubungan positif dengan laju harga saham emiten emas dan juga pada laporan keuangannya yang terapresiasi.

Lantas bagaimana saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia? Apakah ikut terangkat seiring lesatan harga emas dunia?