"Karena instrumen SBN Ritel ini adalah instrumen yang aman dan bisa memberikan kepastian. Kenapa memberikan kepastian? Karena fixed income, kuponnya tetap. Sehingga di sini kita lihat bahwa akhirnya 58% [yang membeli] adalah perempuan," jelasnya.
Tak hanya itu, dari sisi generasi, investor SBN Ritel 2025 didominasi oleh kelompok muda. Jika digabungkan, generasi Milenial dan Gen Z mencapai sekitar 51% dari total investor. Sementara itu, Gen X dan Baby Boomers masih berkontribusi signifikan di 29%, bahkan investor dari generasi yang lahir pada rentang 1928-1945 masih tercatat meski porsinya hanya sekitar 1%.
Sementara berdasarkan profesi, investor SBN Ritel paling banyak berasal dari kalangan pegawai swasta dengan porsi 33%, disusul wiraswasta sekitar 18%. Dari sisi wilayah, investor masih didominasi wilayah Indonesia Barat sebesar 62,1%, dengan DKI Jakarta menyumbang 27,7%. Sementara Indonesia Tengah baru mencapai 9,7%.
"Artinya di sini juga tantangan buat kita untuk pemerintah terus melakukan peningkatan financial literacy di Indonesia bagian Tengah dan Timur, karena kita melihat potensinya sebenarnya cukup besar juga di sana," pungkasnya.
(lav)






























