Dari dalam negeri, pekan ini Bloomberg akan merilis Bloomberg Economic Survey. Survei ini memperkirakan PDB Indonesia tumbuh di kisaran 5% pada 2026-2027. Inflasi diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,7% dengan tingkat pengangguran 4,9%.
Defisit fiskal 2026 diprediksi berada di level 2,9% dan 2,7% pada 2027. Adapun suku bunga diproyeksikan di kisaran 4,21% pada 2026, dan naik tipis ke 4,36% pada 2027.
Berikut agenda dan kalender ekonomi sepekan:
Senin, 26 Januari 2025
-
Singapura akan merilis data Industrial Production (SA) untuk akhir tahun lalu, yang diperkirakan terkontraksi 11,6%, lebih dalam dibanding penurunan sebelumnya 10,2%.
-
AS dijadwalkan mengumumkan durable goods orders sebagai indikator belanja dan investasi. Bloomberg Economics memperkirakan pesanan barang tahan lama hanya tumbuh 3,5%, lebih rendah dari konsensus pasar 4%.
Selasa, 27 Januari 2025
-
China akan merilis suku bunga acuan dan akan mengumumkan data keuntungan industri. Data yang akan dirilis ini akan mengindikasikan adanya tekanan bagi produsen lantaran permintaan lemah. Lemahnya permintaan pasar diprediksi akan menekan pertumbuhan margin perusahaan untuk eksportir dan industri yang berorientasi domestik. Ekonom Bloomberg Economics memprediksi keuntungan industri China turun sekitar 11% secara tahunan pada Desember 2025, setelah turun 13% pada November 2025.
-
Pemerintah Indonesia akan menerbitkan instrumen obligasi ritel seri ORI029T3 dan ORI029T6 yang akan ditawarkan secara online (e-SBN). Seri obligasi ritel ini akan jatuh tempo masing-masing 15 Februari 2029 dan 15 Februari 2032, dengan tingkat kupon 5,45% dan 5,80% per tahun.
-
Lelang Sukuk oleh Kementerian Keuangan Indonesia dengan target indikatif Rp11 triliun.
-
Pemerintah AS lewat Departemen Keuangan akan menjual obligasi 5 tahun senilai US$70 miliar.
-
Data pertumbuhan harga properti AS diprediksi melambat dari sebelumnya 1,31%, konsensus memperkirakan pertumbuhan harga properti AS hanya 1,20%.
-
AS juga akan mengungkap data indeks kepercayaan konsumen. Kondisi ekonomi yang lesu membuat penciptaan lapangan kerja di AS juga sedikit melambat dan berdampak pada lambatnya pertumbuhan upah, lantaran berkurangnya mobilitas tenaga kerja. Konsensus memperkirakan indeks kepercayaan konsumen berada di level 90, naik tipis dari hasil bulan sebelumnya 89,1.
Rabu, 28 Januari 2026
-
Bank sentral Kanada akan mengumumkan suku bunga acuan. Kanada juga diprediksi akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 2,25%.
-
Pejabat bank sentral AS akan menggelar rapat kebijakan pertamanya tahun ini pada 27-28 Januari, dengan konsensus ekonom memperkirakan Federal Funds Rate dipertahankan di kisaran 3,5–3,75%.
-
Pengumuman data Industrial Production India periode Desember 2025, diprediksi berada di level 5,5%, lebih rendah dari bulan sebelumnya 6,7%.
-
Bloomberg Economic Survey India.
- Bloomberg Economic Survey Indonesia.
Kamis, 29 Januari 2026
-
Zona Eropa akan merilis data indeks keyakinan konsumen.
-
AS akan merilis serangkaian data ekonomi utama, mulai dari initial jobless claims, neraca perdagangan, hingga durable goods orders sebagai barometer kepercayaan dan rencana investasi dunia usaha. Selain itu, pasar juga mencermati factory orders untuk membaca kondisi aktivitas manufaktur secara keseluruhan, serta data wholesale inventories sebagai indikator keseimbangan antara permintaan dan persediaan barang.
-
Singapura akan rilis data pengangguran, dan memaparkan pernyataan kebijakan moneter bank sentral.
Jumat, 30 Januari 2026
-
Zona Eropa mengumumkan tingkat pengangguran, PDB, dan data inflasi oleh bank sentral Eropa (ECB).
-
Jepang akan merilis data Consumer Price Index (CPI). Inflasi di Tokyo diperkirakan melambat pada Januari, memberi ruang bagi bank sentral Jepang untuk tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga. Kenaikan upah dan melemahnya nilai yen terus mendorong tekanan harga. Inflasi utama (headline CPI) diproyeksikan hanya tumbuh 1,4% secara tahunan, turun tajam dari 2,0% pada Desember. Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh efek basis, tingginya harga makanan segar tahun lalu, serta melemahnya biaya energi.
-
AS merilis data indeks harga produsen. Ekonom Bloomberg memperkirakan indeks harga produsen (PPI) AS berada di 2,8% pada Desember, turun dari 3% pada November.
(dsp)





























