Inflasi Jepang Turun, BOJ Masih di Jalur Kenaikan Suku Bunga
News
23 January 2026 08:51

Erica Yokoyama - Bloomberg News
Bloomberg, Inflasi Jepang mencatatkan perlambatan untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir akibat pengaruh subsidi pemerintah. Meski demikian, laporan terbaru ini tetap menyoroti kuatnya tekanan harga yang mendasari, hanya beberapa jam sebelum Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) mengumumkan keputusan kebijakannya.
Kementerian Urusan Internal dan Komunikasi melaporkan pada Jumat (23/1) bahwa indeks harga konsumen (IHK) di luar bahan makanan segar naik 2,4% pada bulan Desember secara tahunan (year-on-year). Angka ini melambat dari 3% di bulan November, sesuai dengan estimasi moderat para ekonom.
Perambatan ini dipicu oleh dua efek subsidi. Pertama, subsidi bahan bakar bensin dan diesel yang baru digelontorkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi berhasil menekan biaya energi. Kedua, faktor pembanding (base effect) dari penghapusan subsidi energi pada Desember 2024 yang sempat melonjakkan harga tahun lalu, membuat laju kenaikan di tahun 2025 tampak lebih kecil secara tahunan.
Harga energi turun 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya, berbalik arah dari kenaikan 2,5% pada November. Sementara itu, indeks “core-core” yang mengecualikan dampak energi naik 2,9%, menunjukkan bahwa tekanan inflasi mendasar masih tetap kuat.
































