Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Realisasi Bea Cukai Melorot 14,7% di Februari 2026

Mis Fransiska Dewi
11 March 2026 15:05

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan bea cukai hingga Februari 2026 sebesar Rp44,9 triliun atau mengalami penurunan 14,7%. Angka ini setara dengan 13,4% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Rinciannya, penerimaan cukai mencapai Rp34,4 triliun atau mengalami penurunan 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor penyebabnya, karena adanya penurunan produksi di akhir 2025.

“Namun kita melihat kenaikan produksi itu di awal tahun 2026 dan seperti kita tahu pita cukai itu bisa dilekatkan selama 2 bulan ke depan, jadi kita lihat selama 2 bulan ke depan ini akan menjadi lebih baik untuk penerimaan cukai,” ungkap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi Pers APBNKita di Jakarta, Rabu (11/3/2026).


Bea keluar mengalami penurunan sebesar 48,4% menjadi Rp2,8 triliun. Penyebabnya, penurunan harga CPO turun. Jika pada Januari-Februari 2025 rata-rata harga CPO mencapai US$1.007/MT sementara pada 2026 menjadi US$917/MT.

Sementara Bea masuk mengalami peningkatan 1,7% menjadi Rp7,8 triliun yang didorong oleh impor yang tumbuh 16%.