APBN Februari 2026 Defisit 0,53%, Keseimbangan Primer Ikut Minus
Mis Fransiska Dewi
11 March 2026 15:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mencatatkan defisit sebesar Rp135 triliun atau sebesar 0,53%
“Masih dalam koridor desain APBN jadi ada yang bilang tahun lalu surplus memang [APBN di-]desain defisit karena belanjanya merata tahun jadi dampaknya lebih terasa” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangn, Rabu (11/3/2026).
Purbaya mengungkapkan bahwa saat ini realisasi APBN masih terjaga dengan pendapatan negara yang positif untuk mendukung aktivitas perekonomian. Oleh karenanya, Purbaya beralasan bahwa belanja negara saat ini dipercepat sejak awal tahun secara merata dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara, Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara hingga 28 Februari sebesar Rp358 triliun. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan belanja negara yang telah mencapai Rp493,8 triliun.
Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer APBN juga tercatat defisit sebesar Rp35,9 triliun. Posisi ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan surplus.



























