Logo Bloomberg Technoz

Ruang Sempit BI Turunkan Suku Bunga, Saham Properti Lama Tertahan

Muhammad Fikri
11 March 2026 09:43

Aktivitas pembangunan apartemen Meikarta yang jadi salah satu proyek Lippo Group, di Bekasi, Jawa Barat. (Graham Crouch/Bloomberg)
Aktivitas pembangunan apartemen Meikarta yang jadi salah satu proyek Lippo Group, di Bekasi, Jawa Barat. (Graham Crouch/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah analis berpendapat ruang gerak Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga belakangan makin terbatas setelah tren pelemahan rupiah dan risiko inflasi.

Kondisi itu diproyeksikan bakal ikut menekan prospek pergerakan saham properti tahun ini.

Padahal, sebagian besar saham properti saat ini diperdagangkan pada valuasi yang murah pada revalued net asset value (RNAV) sebesar 80%-90%.


“Kami berpendapat bahwa rupiah yang tertekan dan risiko inflasi yang meningkat membuat ruang gerak BI untuk menurunkan suku bunga menjadi makin sempit,” kata Analis Maybank Sekuritas Kevin Halim saat dihubungi Rabu (11/3/2026).

Kevin menerangkan suku bunga yang bertahan lebih tinggi lebih lama dapat menekan daya beli konsumen.