Logo Bloomberg Technoz

Kunjungan Turis China ke Jepang Turun 45% pada Desember

News
20 January 2026 13:40

Perahu wisata menyemprotkan kabut dingin saat suhu tinggi di Kanal Dotonbori, Osaka, Jepang, Kamis (31/7/2025). (Buddhika Weerasinghe/Bloomberg)
Perahu wisata menyemprotkan kabut dingin saat suhu tinggi di Kanal Dotonbori, Osaka, Jepang, Kamis (31/7/2025). (Buddhika Weerasinghe/Bloomberg)

Sakura Murakami - Bloomberg News

Bloomberg, Jumlah wisatawan China ke Jepang turun hampir setengahnya pada Desember, menjadi tanda paling jelas sejauh ini dampak ekonomi dari keretakan hubungan kedua negara setelah komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan.

Dibandingkan Desember 2024, jumlah warga China yang masuk ke Jepang bulan lalu anjlok 45% menjadi sekitar 330.000 orang, menurut Menteri Pariwisata Yasushi Kaneko.


Penurunan ini terjadi ketika ketegangan antara Jepang dan China terus memanas setelah pernyataan Takaichi pada November bahwa invasi China ke Taiwan dapat menjadi dasar hukum bagi Jepang untuk mengerahkan pasukan. China kemudian memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Jepang, yang memicu pembatalan penerbangan.

“Kami akan terus memantau secara saksama situasi terkait imbauan perjalanan dari otoritas China,” kata Kaneko dalam konferensi pers pada Selasa. “Kami harus berupaya memastikan warga China yang ingin bepergian ke Jepang dapat melakukannya sesegera mungkin, dan kami berharap hari itu segera tiba,” tambahnya.