Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Hijau Berkat Donald Trump, IHSG Merah Sendirian

Muhammad Julian Fadli
22 January 2026 18:14

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada tutup perdagangan. IHSG melemah sendirian di regional saat mayoritas Bursa Asia tengah menguat. Sentimen pembatalan rencana pengenaan tarif yang digagas Donald Trump terhadap negara Eropa, jadi katalisnya.

Berseberangan jauh dengan Bursa Asia, IHSG justru ditutup melemah 0,2% di posisi 8.992,18 pada perdagangan Kamis (22/1/2026).

Penutupan IHSG Sesi II pada Kamis 22 Januari 2026 (Bloomberg)

Transaksi terpantau cukup ramai dengan manuver jual diiringi panic selling jelang tutup dagang, dengan intensitas nilai transaksi mencapai Rp38,06 triliun dan volume perdagangan sentuh 72,18 miliar saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 4,09 juta kali jual–beli.


Masih ada 345 saham yang menguat. Sedang sebanyak–banyaknya 331 saham melemah dan 128 saham lainnya tidak bergerak. Posisi terendah IHSG hari ini ada di 8.992,1 sedang tertingginya sempat 9.109,71.

Sementara Bursa Saham Asia lainnya kompak menapaki jalur hijau. Pada pukul 17.40 WIB, KOSDAQ (Korea), NIKKEI 225 (Tokyo), Taiwan TAIEX, PSEI (Filipina), KOSPI (Korea Selatan), TOPIX (Jepang), Shenzhen Comp. (China), KLCI (Malaysia), SENSEX (India), Straits Times (Singapura), Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), dan CSI 300 (China), dengan keberhasilan kenaikan masing–masing mencapai 2%, 1,73%, 1,6%, 1,08%, 0,87%, 0,74%, 0,69%, 0,66%, 0,49%, 0,38%, 0,17%, 0,14%, dan 0,01%.