Logo Bloomberg Technoz

Menguat dan melesatnya Bursa Asia tersengat sentimen yang datang dari Amerika Serikat, investor merespons positif langkah Donald Trump terkait Greenland, yang mencerminkan meredanya ketegangan sehingga menurunkan kecemasan atas rencana tarif terhadap negara–negara di Eropa.

Hal ini menandai tamatnya serangan yang berulang kali mencoba memaksa Eropa terkait Greenland. Keputusan itu diambil setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte, di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Trump berdalih, Kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait pulau tersebut telah berhasil dicapai.

“Kami telah membentuk kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, faktanya, seluruh Wilayah Arktik,” tulis Trump yang diumumkan melalui media sosial, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

“Solusi ini akan sangat menguntungkan bagi AS dan seluruh negara NATO. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari.”

Mengutip Phillip Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya, Bursa Asia menguat pada perdagangan Rabu pagi. Penguatan ini menyusul Wall Street setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa AS dan NATO telah “membentuk kerangka kerja untuk kesepakatan di masa depan” terkait Greenland dan pembatalan rencana tarif yang sebelumnya mengancam negara-negara Eropa. 

“Pengumuman tersebut meredakan tensi antara AS dan negara–negara Uni Eropa,” jelas Phillip, Kamis.

(fad)

No more pages