Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Sell Saham Rp1,9 T Saat BI Rate Ditahan

Muhammad Julian Fadli
22 January 2026 08:15

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Rabu 21 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari di zona merah, IHSG melemah 1,36% terpeleset di posisi 9.010. Diam–diam investor asing jual saham saat BI Rate ditahan di level 4,75%.

Jadi sebab tren pelemahan IHSG, investor asing amat gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp1,9 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Sama halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp1,88 triliun.

Adapun investor asing net sell yang masif pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp1,72 triliun. Imbas manuver jual, saham BBCA ambles 3,75% dan ditutup di posisi Rp7.700/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Rabu 21 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin, Rabu (21/1/2026):

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,72 triliun
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp456,04 miliar
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp133,77 miliar
  4. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp103,41 miliar
  5. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp76,76 miliar
  6. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp75,17 miliar
  7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp65,24 miliar
  8. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp55,19 miliar
  9. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp47,82 miliar
  10. PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp44,47 miliar

Sedang pada kesempatan yang sama, investor asing mencatat net buy terbesar pada saham PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp172,9 miliar. Berseberangan jauh dengan pembelian, saham ASII justru melemah 9,28% hingga ambles di posisi Rp6.600/saham.

Penutupan Saham ASII pada Rabu 21 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)