Psikiater Ungkap Penyebab Gangguan Jiwa yang Diaalami Warga RI
Dinda Decembria
21 January 2026 16:50

Bloomberg Technoz, Jakarta -Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), dr. Lahargo Kembaren, SpKJ , mengungkapkan bahwa gangguan jiwa yang dialami sekitar 28 juta penduduk Indonesia tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan merupakan hasil interaksi kompleks dari berbagai aspek biologis, psikologis, dan sosial.
Menurut dr. Lahargo, masih banyak masyarakat yang salah memandang gangguan jiwa sebagai kelemahan pribadi. Padahal, kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan yang memiliki dasar ilmiah dan dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan, maupun status sosial.
“Gangguan jiwa tidak pernah disebabkan oleh satu faktor saja, ia muncul dari interaksi berbagai aspek yang saling berkaitan,” ujar dr. Lahargo dalam keterangannya kepada Bloomberg Technoz, Rabu (21/01).
Ia menjelaskan, dari sisi biologis , gangguan jiwa dapat dipicu oleh faktor genetik, ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, hingga gangguan perkembangan otak. Faktor ini membuat sebagian individu memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan mental tertentu.
Selain itu, faktor psikologis juga memegang peranan besar, seperti trauma masa lalu, pola pikir negatif yang menetap, serta kemampuan mengatasi stres yang terbatas. Kondisi ini, jika tidak ditangani, dapat melemahkan kesehatan jiwa seseorang dalam jangka panjang.































