Logo Bloomberg Technoz

Dari aspek sosial , tekanan ekonomi, konflik keluarga, perundungan (bullying), kekerasan, kesepian, hingga paparan media sosial yang berlebihan juga menjadi pemicu signifikan. “Lingkungan yang tidak aman secara emosional bisa mempercepat munculnya gangguan,” jelasnya.

Untuk menjaga kesehatan jiwa tetap baik, dr. Pentingnya pentingnya langkah-langkah sederhana namun konsisten, seperti tidur cukup dan teratur, melakukan aktivitas fisik rutin, serta membatasi konsumsi media sosial. Ia juga mendorong masyarakat membangun hubungan yang aman dan suportif.

Selain itu, kemampuan mengenali dan merekam emosi, memiliki waktu jeda untuk diri sendiri, serta keberanian meminta bantuan profesional menjadi bagian penting dari upaya pencegahan gangguan jiwa. “Merawat jiwa bukan tanda lemah, tapi tanda dewasa,” tegas dr. Lahargo.

PP-PDSKJI berharap edukasi kesehatan jiwa terus diperkuat agar stigma terhadap gangguan mental dapat berkurang, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jiwa sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa persoalan kesehatan jiwa di Indonesia masih menjadi fenomena gunung es atau puncak gunung es. Ia menyebut jumlah masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan jauh lebih besar dibandingkan yang terdeteksi melalui layanan kesehatan.

"Ini yang kita sebut sebagai puncak gunung es. WHO bilang masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh orang. Jadi kalau Indonesia 280 juta penduduk, minimal 28 juta punya masalah kejiwaan," ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, dikutip Selasa (20/1/2026).

Menurut Budi, gangguan kejiwaan yang dialami masyarakat sangat beragam, mulai dari depresi dan gangguan kecemasan hingga kondisi yang lebih berat seperti skizofrenia dan ADHD. Ia menegaskan bahwa penyakit kejiwaan tidak hanya satu jenis, melainkan memiliki spektrum yang luas dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda.

(dec/spt)

No more pages