Prospek Pasar J.P. Morgan 2026: Peluang dan Tekanan
Redaksi
20 January 2026 13:53

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki tahun 2026, para investor menghadapi pasar yang berkembang pesat, dibentuk oleh tiga faktor besar: kecerdasan buatan, fragmentasi global, dan inflasi yang persisten. Prospek terbaru J.P. Morgan membahas potensi produktivitas menjanjikan yang didorong AI bertabrakan dengan tekanan dari tatanan global yang terpecah dan gejolak inflasi. Temukan strategi praktis untuk bersiap menghadapi revolusi AI, bergerak di tengah dinamika global yang bergeser, serta melindungi portofolio Anda dari pergeseran struktural inflasi.
"Di lingkungan dinamis masa kini, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi memegang peran penting. Prospek 2026 kami dibuat untuk membantu investor menangkap peluang transformasi teknologi sembari mengelola risiko lanskap global yang senantiasa berubah" ucap Weiheng Chen, Global Investment Strategist, J.P. Morgan.
Pelajari tema dan peluang utama yang membentuk batas baru dalam dunia investasi.
1. Bersiap untuk Revolusi AI
Buah dari transformasi teknologi berkat munculnya komputasi adalah AI berpotensi menurunkan biaya keahlian hingga mendekati nol. Beberapa pihak memperkirakan model agen dapat mencapai kinerja setara manusia pada musim semi 2026. Sementara itu, investasi modal dalam bisnis terkait AI kini sangat masif, dan adopsinya pun makin pesat.
Pada tahun 2025, investasi terkait AI menyumbang lebih besar terhadap pertumbuhan PDB AS dibandingkan konsumsi rumah tangga.
PELUANG IMPLEMENTASI
Carilah eksposur di seluruh rantai nilai AI, dari semikonduktor hingga generator listrik hingga penyedia komputasi cloud, di pasar publik dan privat. Fokus pada perusahaan yang mengintegrasikan AI untuk meningkatkan produktivitas. Kelola portofolio secara aktif untuk menghindari model bisnis yang menggunakan teknologi kuno. Manfaatkan sisi positif revolusi AI sembari tetap waspada terhadap antusiasme yang berlebihan.
2. Fragmentasi, bukan globalisasi
Tatanan global tengah terpecah menjadi blok-blok yang saling bersaing, rantai pasokan yang diperebutkan, dan aliansi yang rapuh. Akses ke sumber daya alam dan energi kini menjadi prioritas strategis. Dinamika yang mengubah arah perdagangan dan modal ini menghadirkan peluang untung sekaligus risiko rugi yang menarik bagi investor.
Per hari ini, tarif memengaruhi hampir 70% impor barang AS berdasarkan nilai, dan tarif efektif mendekati 15%–20%.
PELUANG IMPLEMENTASI
Taruh investasi di sektor dan aset yang diuntungkan dari onshoring, nearshoring dan konfigurasi ulang rantai pasokan. Ini mencakup: infrastruktur, utilitas, industri, logistik, bahan tambang penting, serta perusahaan pertahanan dan keamanan siber konvensional.
3. Bersiaplah untuk pergeseran struktural akibat inflasi
Inflasi adalah variabel sentral dalam konstruksi portofolio. Variabel ini sedang mengalami pergeseran struktural yang berdampak pada meningkatkan risiko terhadap kekayaan Anda. Kami rasa, inflasi akan lebih fluktuatif daripada sebelum masa pandemi, dan lebih rentan terhadap lonjakan mendadak. Apakah rencana keuangan Anda sudah memperhitungkan perlindungan daya beli dan ketahanan aset portofolio?
Kekayaan bersih rumah tangga AS lebih dari $175 triliun, naik lebih dari 50% dari ketika sebelum pandemi.
PELUANG IMPLEMENTASI
Diversifikasi aset fisik, infrastruktur, dan strategi dengan korelasi positif terhadap inflasi untuk membantu mempertahankan daya beli dan menyusun portofolio Anda lebih tangguh.
Rangkuman
Para investor kini memasuki babak baru yang penuh peluang sekaligus tantangan besar. AI berada di lini terdepan dari transformasi besar. Globalisasi bergeser menjadi fragmentasi. Inflasi tetap menjadi ancaman terhadap daya beli jangka panjang.
Untuk membaca Prospek 2026 lengkap J.P. Morgan, klik di sini.































