Bursa Asia Bersiap Dibuka Hati-hati di Tengah Ancaman Tarif Trump
News
20 January 2026 06:40

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka dengan penuh kehati-hatian pada hari Selasa (20/1). Investor saat ini tengah menimbang eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa yang dipicu oleh ancaman tarif Presiden Donald Trump terkait isu Greenland.
Kontrak berjangka (futures) untuk indeks saham Australia dan Jepang terpantau sedikit melemah, sementara kontrak untuk Hong Kong mencatatkan kenaikan. Di Eropa, indeks Stoxx 50 mengalami penurunan tertajam dalam dua bulan terakhir karena investor beralih ke aset aman (haven assets), yang mendorong harga emas dan perak ke level rekor baru. Sementara pasar AS tutup karena hari libur nasional pada hari Senin, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,9%.
Mata uang Yen terpantau stabil pada perdagangan awal Selasa setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, resmi mengumumkan percepatan pemilihan umum (pemilu dini) pada bulan depan.
Ancaman Trump untuk mengenakan tarif bagi negara-negara yang menentang upayanya menguasai Greenland telah memicu kembali volatilitas pasar yang serupa dengan awal masa jabatan keduanya. Resistensi dari Eropa dan munculnya isu aksi balasan memperdalam aksi jual di pasar modal.



























