Logo Bloomberg Technoz

"Ancaman tarif ini mengingatkan pada praktik pemerasan ala mafia,” kata Peter Mallin-Jones, analis di Peel Hunt LLP. "Kenaikan harga logam mulia merupakan reaksi dari investor yang mulai menjauh dari aset dolar AS akibat kekhawatiran inflasi dan dampak perang dagang yang dapat menghambat aktivitas ekonomi."

Kebuntuan ini terjadi di tengah kinerja laba perusahaan yang relatif tangguh dan investasi berkelanjutan di bidang kecerdasan buatan yang selama ini menopang minat terhadap aset berisiko. Arah pasar kini sebagian bergantung pada respons Uni Eropa, dengan blok tersebut mempertimbangkan pengenaan tarif atas barang-barang AS senilai €93 miliar.

Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut berniat meminta aktivasi instrumen anti-pemaksaan Uni Eropa, menurut laporan Bloomberg pada akhir pekan. Namun, pemimpin Jerman Friedrich Merz pada Senin mengatakan ketergantungan negaranya yang lebih besar pada ekspor membuat Berlin enggan menerapkan langkah balasan tersebut.

Kontrak berjangka obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melemah, mengindikasikan kenaikan imbal hasil tunai sekitar dua basis poin. Di Jerman, suku bunga jangka pendek turun karena pelaku pasar memperkirakan perang dagang berkepanjangan dapat membuka ruang bagi pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, imbal hasil jangka panjang naik di tengah kekhawatiran pemerintah akan menerbitkan lebih banyak utang untuk menopang pertumbuhan.

“Rasa gugupnya sangat terasa,” kata Alexandre Baradez, kepala analis pasar di IG, Paris. “Secara keseluruhan, begitu banyak persoalan yang menumpuk — mulai dari kartu kredit, independensi The Fed, hingga tarif — sehingga saya benar-benar tidak melihat alasan pasar saham terus mencetak rekor baru.”

Di Asia, investor akan mencermati pasar obligasi pemerintah Jepang pada Selasa menyusul pengumuman pemilu. Imbal hasil obligasi melonjak pada Senin setelah muncul laporan proposal pemotongan pajak yang kembali memicu kekhawatiran atas sikap Takaichi terhadap kebijakan fiskal. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun naik 10 basis poin menjadi 3,61%, level tertinggi sejak pertama kali diterbitkan, sementara obligasi tenor 10 dan 20 tahun mencapai level tertinggi sejak 1999.

Perdana Menteri juga mengatakan pemilu tersebut akan menjadi mandat untuk melakukan perubahan mendasar guna memperkuat kebijakan ekonomi dan pertahanan, seraya menegaskan tidak ada pihak yang akan membantu negara yang tidak mampu menolong dirinya sendiri.

Di tempat lain, sebagai indikasi lain meningkatnya ketegangan geopolitik, China untuk pertama kalinya mengirimkan drone militer ke wilayah udara Taiwan, menegaskan upaya Beijing menguji pertahanan demokrasi yang mengelola diri sendiri itu. Militer China menyatakan di media sosial bahwa pesawat tersebut melakukan latihan yang “sah dan sesuai hukum.”

(bbn)

No more pages