Logo Bloomberg Technoz

Kolaborasi NOD dan Ban Ban Hidupkan Ritual Teh Modern


(Dok. nod)
(Dok. nod)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah dinamika kota besar yang bergerak cepat, kebiasaan sederhana seperti menyeduh teh kian terpinggirkan oleh tuntutan efisiensi. Waktu yang terbatas sering kali membuat ritual minum teh hanya menjadi aktivitas fungsional, bukan lagi momen refleksi dan jeda. Kondisi ini menjadi latar hadirnya sebuah kolaborasi yang mencoba menjembatani kebutuhan kecepatan dan makna tradisi.

Memasuki awal 2026, NOD berkolaborasi dengan Ban Ban Tea menghadirkan rangkaian kapsul teh premium yang dirancang khusus untuk mesin NOD. Inovasi ini memungkinkan pengalaman minum teh dilakukan secara praktis melalui teknologi smart brewing, tanpa menghilangkan karakter rasa maupun nilai budaya yang melekat pada teh itu sendiri.

Kolaborasi ini menandai pertemuan antara teknologi presisi dan filosofi minum teh yang telah mengakar kuat di Asia. Bagi konsumen urban, prosesnya cukup dengan satu sentuhan tombol. Namun di balik kesederhanaan tersebut, terdapat proses riset panjang yang melibatkan teknologi, peracikan rasa, serta pemahaman terhadap tradisi.

Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar minuman terbesar di Asia Tenggara. Data industri menunjukkan lebih dari sekitar 70 persen konsumen urban mengonsumsi teh atau kopi setiap hari. Dalam lima tahun terakhir, segmen single serve beverage dan smart brewing system juga mencatat pertumbuhan tahunan sekitar 7 hingga 9 persen.

Di sisi lain, ritual minum teh tetap memiliki posisi kultural yang kuat sebagai medium kebersamaan, refleksi, dan jeda dari rutinitas. Paradoks pun muncul ketika kebutuhan akan kecepatan harus berdampingan dengan keinginan menjaga tradisi. Kolaborasi NOD dan Ban Ban hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

“Di NOD, kami melihat teknologi bukan sebagai pengganti ritual, tetapi sebagai enabler,” ujar Raynald Suharto, Chief Marketing Officer NOD.

“Melalui kolaborasi dengan Ban Ban, kami ingin menunjukkan bahwa smart brewing technology dapat menjaga karakter rasa dan filosofi teh, sekaligus membuatnya relevan bagi generasi urban yang hidup serba cepat," tambahnya.

Teknologi mesin NOD bekerja dengan sistem kontrol suhu presisi, waktu ekstraksi terkalibrasi, serta profil seduh berbasis kapsul. Setiap kapsul Ban Ban dirancang agar seluruh parameter teknis, mulai dari suhu air hingga durasi seduh, sesuai dengan karakter masing masing teh.

Pendekatan ini memastikan konsistensi rasa dalam setiap sajian. Pengguna tidak lagi perlu menyesuaikan takaran atau teknik manual, karena seluruh proses telah dirancang untuk menghasilkan seduhan optimal secara otomatis.

Perjalanan Rasa dalam Kapsul Teh Premium

(Dok. nod)

Kolaborasi ini menghadirkan dua boks kapsul, masing masing berisi tiga varian teh yang dirancang sebagai perjalanan lintas budaya. Setiap varian merepresentasikan cerita, tradisi, dan filosofi minum teh dari berbagai wilayah.

Varian Silk Road Milk Tea terinspirasi dari Jalur Sutra, jalur perdagangan yang menyatukan teh, susu, dan rempah lintas peradaban. Profil rasanya menonjolkan roasted hazelnut, creamy milk body, serta sentuhan karamel ringan yang memberikan sensasi hangat dan familiar.

High Mountain Tea berakar dari tradisi minum teh dataran tinggi Tibet. Varian ini menonjolkan refined oolong yang bersih dan floral. Fokus utama bukan pada kompleksitas rasa, melainkan kejernihan dan ketenangan yang menyertai setiap tegukan.

Sementara itu, Leisure Time dirancang untuk merayakan jeda. Dalam budaya Tibet, teh kerap menjadi penanda waktu santai, bukan untuk terburu buru, melainkan untuk berhenti sejenak. Varian ini diposisikan sebagai pendamping di tengah kesibukan harian.

Bagi Ban Ban Tea, kolaborasi ini menjadi bentuk ekspansi filosofi ke dalam format baru. Selama ini, Ban Ban dikenal sebagai pionir bubble tea yang lebih sehat di Indonesia dengan fokus pada penggunaan teh premium dan cheese tea.

“Sejak awal, Ban Ban dibangun dari mimpi sederhana: menghadirkan minuman yang aman, berkualitas, dan penuh makna untuk dinikmati bersama keluarga,” kata Wenny Chen, Owner Ban Ban.

Dirinya menilai kerja sama dengan NOD membuat Ban Ban mampu menghadirkan minuman berkualitas dan bernilai dalam format kapsul dengan tetap menjaga kehangatan pengalaman menikmati teh.

“Kolaborasi dengan NOD memungkinkan kami membawa filosofi itu ke format kapsul, di mana teknologi membantu menjaga kualitas tanpa menghilangkan kehangatan," imbuhnya

Dari sisi NOD, kerja sama ini mempertegas posisinya sebagai platform smart beverage, bukan sekadar mesin penyeduh. Dengan satu perangkat, pengguna dapat menikmati beragam minuman mulai dari kopi, latte, hingga teh herbal dengan standar konsistensi yang sama.

Dalam konteks industri, pendekatan ini mencerminkan pergeseran tren konsumsi minuman dari product based menjadi system based experience. Perangkat, kapsul, data rasa, serta kebiasaan konsumsi pengguna saling terintegrasi dalam satu ekosistem.

Kolaborasi NOD dan Ban Ban juga dapat dibaca sebagai eksperimen terhadap masa depan konsumsi minuman. Mesin, kapsul, dan preferensi pengguna membentuk sistem terhubung yang memungkinkan personalisasi tanpa mengorbankan kualitas.

Kehadiran produk kolaborasi ini di berbagai lokasi ritel dan platform digital lebih difungsikan sebagai perluasan akses. Konsumen dapat menemukan kapsul dan mesin ini di sejumlah pusat perbelanjaan serta kanal e commerce, seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi minuman yang praktis namun tetap terkurasi.

Dengan pendekatan tersebut, NOD dan Ban Ban tidak sekadar menawarkan produk baru, melainkan menghadirkan cara baru dalam memaknai ritual minum teh di era modern. Teknologi tidak diposisikan sebagai pengganti tradisi, melainkan sebagai sarana untuk menjaga relevansinya di tengah gaya hidup urban yang terus bergerak cepat.