Logo Bloomberg Technoz

Menurut Bernadus, yang biasa disapa Anto, keterbatasan kuota berisiko mengganggu jadwal pasokan bahan baku ke mitra industri sekaligus berdampak terhadap komitmen perusahaan kepada para pemegang saham.

Untuk itu, Vale berharap pemerintah membuka ruang revisi RKAB agar volume produksi bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil proyek hilirisasi yang sudah berjalan.

"Jadi mudah-mudahan kami PT Vale bisa mendapatkan kesempatan untuk menganjurkan revisi RKAB dan juga mendapatkan volume yang cukup untuk memenuhi komitmen terhadap partner dan juga komitmen terhadap pemegang sang kami," harapnya.

Untuk diketahui, Vale saat ini tengah mengembangkan tiga tambang besar tersebar di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako yang dikombinasikan dengan pembangunan fasilitas smelter.

Tambang Bahodopi menjadi salah satu proyek strategis perseroan dalam diversifikasi produk. Dengan masuknya Bahodopi ke tahap produksi, INCO bisa meningkatkan eksposur penjualan saprolit, yang sebelumnya bertumpu pada nickel matte.

Penjualan saprolit dari tambang Bahodopi dilakukan pada Juli 2025, dengan total penjualan bijih nikel saprolit mencapai 896.263 metrik ton basah per September 2025.

Setelah itu, proyek Pomalaa dijadwalkan menyusul pada kuartal II-2026, sedangkan Sorowako akan menjadi tahap akhir dari rangkaian ekspansi tambang Vale Indonesia. Ketiga tambang tersebut sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan.

Dalam pengembangan lini hilir, Vale bermitra dengan sejumlah pemain global untuk membangun fasilitas smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).

Untuk proyek Pomalaa, Vale telah bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. (Huayou) dan Ford Motor Co dalam pembangunan smelter.

Untuk Bahodopi, proyek dilakukan bersama GEM Hong Kong International Co. Ltd., serta Danantara. Sementara itu, di Sorowako, Vale kembali berkolaborasi dengan Huayou.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mengklaim RKAB 2026 milik Vale terbit pada Rabu (14/1/2026) malam, setelah sebelumnya RKAB Vale habis pada 2025 dan masih dalam tahap pengajuan sehingga tak bisa mendapatkan relaksasi produksi sebesar 25% hingga 31 Maret 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan RKAB 2026 yang akan diterima Vale akan berlaku satu tahun, sebab RKAB yang diajukan merupakan RKAB baru khusus untuk tahun ini.

“Vale? Lu tanya Vale? Insyallah malam ini [RKAB-nya terbit],” kata Tri ketika ditemui awak media, di kantor Kementerian ESDM, Rabu (14/1/2026).

Meskipun tak membeberkan besaran target produksi bijih yang disetujui dalam RKAB milik Vale, Tri menyatakan besaran target produksi yang disetujui telah mempertimbangkan kebutuhan smelter pirometalurgi berbasis RKEF yang menghasilkan nickel matte milik perusahaan.

Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Tri menjelaskan Vale harus menyetop operasional tambangnya, meskipun terdapat relaksasi RKAB lantaran perseroan tidak memiliki RKAB 2026 versi tiga tahunan.

Tri menyebut RKAB eksisting yang dimiliki Vale Indonesia berakhir pada tahun ini, sedangkan syarat operasional dengan memanfaatkan masa transisi RKAB adalah harus memiliki RKAB 2026 versi tiga tahunan.

“Vale kemarin karena perpanjangan, jadi dia 2026 enggak ada atau RKAB-nya kosong,” kata Tri ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (5/1/2025).

Tri menyatakan RKAB 2026 milik Vale masih terdapat beberapa koreksi ihwal volume produksi. “Ada beberapa koreksi saja, sedikit koreksi,” tegas Tri.

(prc/wdh)

No more pages