Riset Henan Putihrai Sekuritas menilai posisi PTRO semakin strategis karena peluang inklusi ganda MSCI dan FTSE merupakan momentum yang relatif jarang terjadi dan kerap menjadi katalis kuat bagi pergerakan harga saham. Pengumuman hasil peninjauan MSCI dijadwalkan pada 10 Februari 2026, disusul FTSE Russell pada 20 Februari 2026.
Henan Putihrai mencatat saham yang mendekati inklusi MSCI Standard umumnya telah mengalami penyesuaian valuasi sebelum pengumuman resmi. Fenomena ini dipicu oleh dana pasif global dan investor berbasis indeks yang mulai melakukan penyesuaian portofolio lebih awal.
“Pola historis menunjukkan saham kandidat MSCI cenderung diperdagangkan 10-15% di atas ambang kelayakan menjelang pengumuman, seiring masuknya permintaan berbasis likuiditas,” tulis Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya.
Potensi Inflow
Untuk PTRO, dinamika tersebut diperkirakan dapat mendorong harga saham ke kisaran Rp14.350 hingga Rp15.000 sebelum proses inklusi formal. Inklusi ganda MSCI dan FTSE diperkirakan berpotensi membuka arus dana masuk lebih dari US$300 juta, yang akan memperluas basis investor serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Sejalan dengan prospek tersebut, Henan Putihrai Sekuritas menaikkan target harga PTRO menjadi Rp16.000.
Selain PTRO, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga dinilai sebagai kandidat kuat masuk MSCI Indonesia Global Standard. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi mencatat BUMI memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$10,3 miliar, free float 28,3%, serta likuiditas yang solid dengan rata-rata nilai transaksi harian satu tahun terakhir mencapai sekitar US$36,7 juta.
“Dengan kapitalisasi pasar yang besar, free float memadai, dan likuiditas yang kuat, BUMI memenuhi kriteria utama sebagai kandidat MSCI Indonesia Global Standard,” tulis Prasetya Gunadi dalam risetnya beberapa waktu lalu.
Samuel Sekuritas memperkirakan potensi arus dana asing yang masuk ke saham BUMI berada di kisaran US$180 juta hingga US$300 juta apabila resmi masuk ke dalam indeks MSCI.
Selain BUMI, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga dinilai memiliki peluang signifikan dengan kapitalisasi pasar sekitar US$13,3 miliar dan free float 15,9%. Potensi arus dana asing ke PANI diperkirakan berada di kisaran yang sebanding dengan BUMI.
Di luar kategori Global Standard, Samuel Sekuritas juga mengidentifikasi sejumlah saham yang berpotensi masuk MSCI Indonesia Small Cap, antara lain DEWA, ISAT, ADMR, COIN, BIPI, BUVA, TINS, BULL, dan SSIA.
Di sisi lain, proses rebalancing MSCI juga membawa risiko keluarnya sejumlah saham dari indeks. Samuel Sekuritas mencermati PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebagai salah satu emiten yang berpotensi terdampak di kategori MSCI Indonesia Global Standard. INDF tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$3,68 miliar dengan free float 49,9%.
“Potensi arus keluar dana asing dari saham-saham tersebut perlu dicermati investor, terutama menjelang periode pengumuman dan implementasi indeks,” kata Prasetya dalam risetnya.
Samuel Sekuritas memperkirakan potensi arus keluar dana asing dari saham INDF berada di kisaran US$180 juta hingga US$300 juta. Selain itu, sejumlah saham yang berpotensi keluar dari MSCI Indonesia Small Cap antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dengan potensi arus keluar dana asing sekitar US$18 juta hingga US$30 juta per saham.
Sebagai informasi, MSCI menjadwalkan empat kali peninjauan utama indeks sepanjang 2026. Untuk rebalancing Februari 2026, pengumuman hasil peninjauan akan disampaikan pada 10 Februari 2026, sementara perubahan komposisi indeks akan mulai berlaku efektif pada 2 Maret 2026.
(dhf)

























