Logo Bloomberg Technoz

Adapun untuk proyek waste to energy, Rosan menyebut proses lelang sudah berjalan dan konstruksi awal ditargetkan mulai pada Maret. Selain itu, ia turut memastikan peran Danantara hanya sebagai pendorong investasi baik bagi investor dalam maupun luar negeri. 

"Contohnya [proyek] di waste to energy atau pengelolaan sampah, kita memang yang driver, yang mendorong, tapi di situ kepemilikan kita itu hanya paling 30%. Jadi yang investor luar ada yang masuk, tapi di situ pun kita kasih tahu kewajiban mesti mengajak juga investor dalam negeri juga, di luar Danantara," tegasnya. 

Meski demikian, Rosan mengakui terdapat sejumlah faktor global yang memengaruhi laju PMA, mulai dari dinamika geopolitik, geoekonomi, hingga ketegangan ekonomi global. Namun, ia menegaskan target investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, masih sejalan dengan rencana pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, sebagaimana diketahui Rosan melaporkan bahwa realisasi investasi yang berasal dari PMA sepanjang tahun 2025 mencapai Rp900,9 triliun, naik tipis 0,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp900,2 triliun.

Secara total, realisasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, atau naik 12,7% dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun. 

Dari sisi provinsi, Jawa Barat memegang porsi terbanyak penanaman modal asing yakni sebesar US$9,2 miliar atau setara 16,3%, diikuti Sulawesi Tengah US$7,4 miliar (13,2%), Jakarta US$ 6 miliar (10,6%) dan Maluku Utara US$5,2 miliar. 

"Jawa barat selama 10 tahun tetap konsisten. Ini karena faktor hilirisasi dan ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi mereka," ujar Rosan. 

(ell)

No more pages