Logo Bloomberg Technoz

“Bapak Presiden minta posisi kita seperti apa, termasuk untuk mencarikan pasar-pasar yang baru dan salah satu kan dari EU-CEPA itu tapi masih efektif di tahun 2027,” papar Airlangga saat dikonfirmasi Bloomberg Technoz, mengutip Kamis.

Roadmap dibuat agar bagaimana meningkatkan ekspor kita dalam 10 tahun dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah akan mengguyur US$6 miliar (mencapai Rp101 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.850) untuk industri tekstil nasional.

Anggaran tersebut muncul usai Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, beberapa hari lalu. Rapat tersebut membahas agenda yang berkaitan dengan penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, hingga proyek hilirisasi dan energi.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta adanya penguatan industri tekstil dan garmen nasional. Salah satu langkah yang ditekankan Kepala Negara adalah dengan melakukan revitalisasi rantai pasok.

Menyitir catatan Phintraco Sekuritas, rencana ini berpotensi memberikan sentimen positif terhadap saham–saham sektor tekstil dan garmen di BEI seperti halnya saham SSTM, saham BELL, saham PBRX, dan saham ARGO.

(fad)

No more pages