Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Effect, Saham Sektor Tekstil Beterbangan

Muhammad Julian Fadli
15 January 2026 16:55

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham–saham emiten sektor tekstil dan garmen kompak menguat seiringan dengan guyuran dana industri tekstil mencapai Rp101 triliun dari pemerintah. Presiden Prabowo juga tengah menyiapkan roadmap dalam penyelamatan industri tekstil Indonesia.

Kenaikan saham tekstil dan garmen tersebut searah dengan Indeks Harga Saham Gabungan yang terus melesat. Hingga tutup perdagangan Sesi II pada Kamis (15/1/2026), IHSG melesat dengan penguatan 0,47% ke level 9.075.

Penutupan Saham ESTI pada Kamis 15 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Usai tersiarnya sentimen positif tersebut, berikut pergerakan harga saham tekstil dan garmen berdasarkan data Bloomberg:

  1. PT Ever Shine Textile Tbk (ESTI) melesat 34,75% ke level Rp190/saham
  2. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) melesat 34,55% ke level Rp183/saham
  3. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) melesat 34,14% ke level Rp110/saham
  4. PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) melesat 24,73% ke level Rp3.480/saham
  5. PT Trisula International Tbk (TRIS) melesat 16,66% ke level Rp238/saham
  6. PT Argo Pantes Tbk (ARGO) menguat 13,55% ke level Rp1.215/saham
  7. PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menguat 8,92% ke level Rp61/saham
  8. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) menguat 8,88% ke level Rp49/saham
  9. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) menguat 10% ke level Rp605/saham
  10. PT Sunson Textille Manufacturer Tbk (SSTM) menguat 5,74% ke level Rp3.130/saham

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dana penyelamatan industri tekstil yang mencapai Rp101 triliun diperuntukkan untuk membentuk BUMN tekstil baru. Nantinya, BUMN tersebut dibentuk dan dijalankan oleh Danantara.

Airlangga kembali menjelaskan, bermula dari perhatian Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tengah menyiapkan roadmap dalam penyelamatan industri tekstil Indonesia. Sebab berdasarkan dampak tarif, industri di garis terdepan yang akan terdampak yakni sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, garment, dan elektronik.