Logo Bloomberg Technoz

SPBU Swasta Berisiko Hengkang dari RI Jika Dilarang Impor BBM

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 January 2026 14:40

Kendaraan mengisi BBM di SPBU BP-AKR di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kendaraan mengisi BBM di SPBU BP-AKR di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi mewaspadai hengkangnya operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dari Indonesia apabila kebijakan pemberhentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin benar-benar diterapkan.

Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai operator SPBU swasta akan keberatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, sebab harga BBM yang dibeli dari PT Pertamina (Persero) berpotensi lebih mahal dibandingkan dengan harga BBM impor.

Alasannya, kata Fahmy, Pertamina juga perlu mengambil keuntungan dari penjualan tersebut sehingga margin keuntungan yang didapatkan operator SPBU swasta berpotensi tergerus.


Nah, sehingga harga jual BBM dari Pertamina ke SPBU swasta itu bisa lebih mahal dibandingkan dengan kalau SEPUPU bisa langsung impor dari berbagai negara. Saya kira dampaknya kalau marginnya makin kecil, lama-lama dia rugi dan pasti hengkang dari Indonesia,” kata Fahmy ketika dihubungi, Kamis (15/1/2026).

Fahmy memprediksi keberatan menyerap produk Pertamina tersebut sudah tercermin ketika kuota impor operator SPBU swasta pada tahun lalu habis dan diharuskan membeli base fuel atau BBM dasaran dari BUMN migas tersebut.