Logo Bloomberg Technoz

Meski demikian, Purbaya menilai situasi tersebut juga dipengaruhi oleh keterlambatan data (data delay) dalam proses pemantauan. Ia menyebut adanya jeda waktu dalam publikasi maupun pemantauan data internal, sehingga respons kebijakan menjadi tidak secepat yang diharapkan.

"Tapi sekarang sudah diperbaiki, kami sudah diskusi dengan bank sentral. Dapatlah titik tengah yang seperti apa untuk stabilitas di pasar," terangnya. 

Di sisi lain, ia menegaskan, kondisi pasar keuangan saat ini juga sudah relatif lebih aman. Ia menilai perbaikan tersebut dapat terlihat dari pergerakan pasar modal dan pasar obligasi.

Ia mencontohkan, pada saat likuiditas mulai mengalir, pasar modal sempat melonjak cepat hingga menyentuh level 8.000, yang kala itu dianggap sulit dicapai. 

Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang sempat turun ke level 5,9% kemudian naik ke 6,3%, kini kembali bergerak turun ke kisaran 6,0%.

Sebagai catatan, pada awal Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke lima bank pelat merah pada 12 September 2025 lalu. 

Penempatan tersebut terdiri dari Rp55 triliun masing-masing untuk Bank Mandiri, BNI, dan BRI, Rp25 triliun untuk BTN, serta Rp10 triliun untuk Bank Syariah Indonesia (BSI).

(ain)

No more pages