Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lesu, Ini Saran Bank Dunia untuk BI

Redaksi
14 January 2026 08:40

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Dunia atau World Bank menilai gejolak politik dan pelonggaran kebijakan moneter yang dipercepat menyebabkan arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia, sehingga menyebabkan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam laporan World Bank bertajuk 'Global Economic Prospects' yang terbit Januari 2026, Bank Dunia mengingatkan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan intervensi lebih dalam terkait kondisi pelemahan rupiah tersebut.

“Di Indonesia, gejolak politik singkat dan pelonggaran kebijakan moneter yang dipercepat menyebabkan arus keluar modal dan depresiasi rupiah, yang membutuhkan intervensi bank sentral,” demikian tercantum dalam laporan Bank Dunia, Rabu (14/1/2026).


Pernyataan ini sejalan dengan kondisi rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhir perdagangan Selasa (13/1/2026), nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah, terdepresiasi 0,19% ke level Rp16.865/US$.

Dalam perdagangan siang hari kemarin, rupiah bahkan sempat berada di rekor terlemah sepanjang masa, yakni di level Rp16.878/US$. Pelemahan rupiah tersebut menambah panjang daftar tekanan yang dialami rupiah sejak awal tahun, menunjukkan kombinasi sentimen global yang memburuk serta kondisi perekonomian domestik yang belum kondusif.