JPPI Kritik Wacana Jam Pelajaran Gizi BGN, Tambah Beban Guru
Dinda Decembria
13 January 2026 13:50

Bloomberg Technoz, Jakarta -Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengkritik wacana Badan Gizi Nasional (BGN) yang meminta adanya jam pelajaran khusus terkait gizi di sekolah. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban guru dan justru menjamin ekosistem utama dalam menyediakan gizi anak.
“BGN kok malah menambah beban guru. Lalu bagaimana nasib kesejahteraan guru yang sudah terlunta-lunta, apalagi ketika dana pendidikan tersedot untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Ubaid dalam keterangannya kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/01).
Menurut Ubaid, permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya jam pelajaran gizi di sekolah, melainkan pada pemahaman BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait konsep gizi itu sendiri. Ia menilai anak-anak seharusnya terfokus pada proses belajar dan pemahaman yang menyeluruh, bukan dibebani kebijakan yang saling tumpang tindih.
“Yang tidak beres itu pemahaman BGN dan SPPG soal gizi. Kenapa anak yang disuruh belajar dan memahami gizi? Jangan dibolak-balik begitu. Jangan sampai BGN justru merusak kualitas pendidikan,” tegasnya.
Ubaid menilai penambahan jam pelajaran baru berisiko mengalihkan fokus pendidikan dari penguatan kompetensi dasar siswa. Ia mengingatkan bahwa sekolah bukan sekadar ruang untuk menampung berbagai agenda kebijakan lintas sektor tanpa perencanaan yang matang.





























