Pandangan serupa yang disampaikan pengamat pendidikan Ina Liem. Ia menilai, jika prinsip Kurikulum Merdeka dipahami secara utuh, maka setiap permasalahan tidak seharusnya selalu dijawab dengan penambahan mata pelajaran baru.
“Kalau benar-benar memahami prinsip Kurikulum Merdeka, kita tidak perlu setiap isu dijawab dengan menambah mata pelajaran. Lama-kelamaan anak-anak kita bisa mendapat 30 mata pelajaran,” ujar Ina.
Ina menegaskan, Kurikulum Merdeka justru menekankan penyederhanaan, pendalaman makna, serta pembelajaran kontekstual. Menurutnya, isu gizi sangat tepat diajarkan melalui pembelajaran berbasis proyek yang bersifat interdisipliner.
“Gizi bisa masuk melalui IPA, Matematika, Bahasa, atau PJOK. Satu isu bisa mengasah banyak kompetensi sekaligus dan berdampak nyata pada perilaku hidup sehat, bukan sekadar hafalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika setiap masalah selalu direspon dengan menambah mata pelajaran, hal itu menandakan kurikulum belum dipahami secara menyeluruh atau guru belum mendapatkan dukungan yang memadai dalam merancang pembelajaran.
“Sepertinya para pejabat negara memang perlu diberi penjelasan tentang Kurikulum Merdeka. Bukan sekedar sosialisasi istilah, tapi pemahaman filosofinya,” tutup Ina.
Sebelumnya diberitakan, Badan Gizi Nasional (BGN) meminta agar sekolah-sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menambahkan jam pelajaran gizi guna meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai dan mencukupi sejak gizi dini.
Wakil Ketua BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, para guru akan dilibatkan secara aktif dalam pendidikan dan pembelajaran ilmu gizi di sekolah. Penambahan jam pelajaran tersebut diharapkan membuat siswa lebih memahami manfaat makanan bergizi yang mereka konsumsi melalui program MBG.
“Saya kemarin sudah bertemu dengan Dirjen PAUD dan Dikdasmen. Saya meminta agar di sekolah-sekolah nanti ada jam pelajaran gizi,” kata Nanik dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG serta Pengawasan dan Pemantauan Satuan Pelaksanaan Pelayanan Gizi (SPPG) di Tulungagung, dikutip Senin (12/1).
(dec)






























