Evaluasi BGN Terkait MBG Dinilai Terlambat, Terlalu Banyak Eror
Dinda Decembria
27 February 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan menu yang diterima anak-anak mereka dinilai jauh dari ekspektasi dan tak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai Rp15 ribu per porsi. Keluhan itu mencuat terutama selama Ramadan, ketika menu yang dibagikan disebut hanya berupa roti, kacang polong, dan susu, tanpa komposisi makan besar seperti nasi, lauk berprotein, serta sayur dan buah.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, khususnya pada periode Ramadan. Ia menegaskan, pengawasan akan diperketat agar standar gizi, ketepatan sasaran, dan transparansi penggunaan anggaran tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran. Evaluasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (24/2).
Namun, janji evaluasi tersebut dinilai terlambat oleh sejumlah pengamat. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mempertanyakan urgensi evaluasi jika persoalan mendasar dinilai sudah terjadi sejak awal program berjalan. Ia menilai masalah ketidaksesuaian takaran gizi dan tata kelola yang tidak transparan bukan hal baru.
“Evaluasi itu tidak menyelesaikan masalah. Menu yang tidak sesuai takaran dan ukuran gizi sudah terjadi sejak SPPG dibuka dan MBG berjalan. Ini sudah lebih dari setahun. Mau evaluasi apa lagi? Tata kelolanya berantakan, tidak transparan, tidak akuntabel, dan ada konflik kepentingan,” ujar Ubaid.




























