Logo Bloomberg Technoz

Penjelasan Menkes soal Kematian Pasien Super Flu di Bandung

Dinda Decembria
12 January 2026 17:00

Menkes Budi Gunadi Sadikin usai Rakor Penanggulangan KLB pada Program MBG di Kemenkes, Kamis (2/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkes Budi Gunadi Sadikin usai Rakor Penanggulangan KLB pada Program MBG di Kemenkes, Kamis (2/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kasus meninggalnya pasien yang terinfeksi Super Flu atau Influenza A H3N2 subclade K di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bukan disebabkan langsung oleh virus influenza tersebut. Pasien diketahui memiliki penyakit penyerta yang memperberat kondisinya.

"Kenapa yang di Bandung ada yang meninggal? Ya ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain. Meninggalnya bukan karena flu," ujar Budi saat menjawab pertanyaan awak media dalam konferensi pers bersama BNPB, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, kasus tersebut sering disalahartikan sebagai kematian akibat Super Flu, padahal penyebab utamanya adalah penyakit komorbid yang telah diderita pasien sebelumnya. Influenza hanya menjadi kondisi penyerta, bukan faktor utama penyebab kematian.


Budi mengibaratkan kondisi tersebut dengan suatu kecelakaan. "Misalnya ada orang flu, lalu ketabrak mobil. Dia meninggal ketabrak mobil, ada flu. Tapi meninggalnya karena dia ketabrak mobil sebenarnya, bukan karena flu-nya," jelasnya.

Menurut Menkes, analogi tersebut menggambarkan dengan jelas bagaimana influenza kerap dicatat dalam diagnosis, namun bukan menjadi penyebab kematian utama. Hal serupa terjadi pada kasus pasien di Bandung yang sempat ramai diperbincangkan publik.