Saham PTRO misalnya, ambles hingga 1.725 poin atau setara 14% ke level Rp10.250/saham, disusul oleh saham BREN dengan bobot besar 675 poin dan ambles 7% menuju level Rp8.800/saham.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (12/1/2026).
- Barito Pacific (BRPT) mengurangi 14,96 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 13,92 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 9,51 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 8,37 poin
- Bumi Resources (BUMI) mengurangi 7,29 poin
IHSG melemah tajam pada perdagangan siang hari ini, menjadi pelemahan terdalam di Asia dan ASEAN saat mayoritas Bursa Asia tengah menguat.
Sementara Bursa Saham Asia lainnya justru kompak menapaki jalur hijau. KOSPI (Korea Selatan), Hang Seng (Hong Kong), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), SENSEX (India), Straits Times (Singapura), PSEI (Filipina), KLCI (Malaysia), dan Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam). Sementara itu, hanya indeks SETI (Thailand) yang menemani IHSG di zona merah.
Melemahnya IHSG tersengat sentimen yang datang dari dalam negeri. Investor rasanya tersengat sentimen melebarnya defisit, sehingga berpotensi menurunkan daya tarik aset keuangan Indonesia dan meningkatkan premi risiko di mata investor asing.
Investor juga gelisah terhadap pelemahan rupiah yang ditutup melemah di level Rp16.833/US$ pada pasar spot berdasarkan data Bloomberg, setelah sempat menyentuh level terendah di Rp16.857/US$.
Tekanan juga turut tercermin di pasar obligasi, di mana imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat meningkat, mengindikasikan manuver jual yang mulai terjadi seiring pasar merespons naiknya risiko fiskal.
Faktor selanjutnya hadir dari pasar global, volatilitas dinamika pasar yang makin intens turut menjadi pemberat utama. Ketidakpastian geopolitik kembali mengemuka menyusul eskalasi konflik di Venezuela pascaintervensi militer Amerika Serikat, serta meningkatnya ketegangan di Iran yang memunculkan risiko gangguan pasokan energi.
Terlebih lagi, Donald Trump menyatakan AS tengah memantau ketat situasi di Iran. Trump menegaskan sedang mengkaji berbagai opsi, saat negara tersebut menghadapi gelombang protes nasional besar–besaran yang telah memasuki minggu ketiga.
“Kami melihat hal ini dengan sangat serius. Pihak militer sedang mengkajinya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat,” tegas Trump kepada jurnalis pada Minggu di atas penerbangan Kepresidenan Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
“Kami akan segera membuat keputusan.”
Dalam iklim ketidakpastian yang tinggi, investor global cenderung menghindari aset negara berkembang, terutama negara yang dinilai belum menawarkan kepastian fundamental dalam jangka pendek.
(fad)




























