Sekitar dua lusin orang telah dibebaskan sejauh ini, sementara Foro Penal memperkirakan masih ada lebih dari 800 tahanan politik di negara itu.
Di antara tahanan pertama yang dibebaskan terdapat Biagio Pilieri, mantan anggota parlemen dan sekutu Machado; Enrique Márquez, mantan wakil ketua Majelis Nasional yang dikuasai oposisi sekaligus pejabat otoritas pemilu; serta lima warga negara Spanyol.
Trump menyambut pembebasan para tahanan tersebut pada Sabtu. Dalam unggahan di media sosial, dia mengatakan, “Saya berharap para tahanan itu akan mengingat betapa beruntungnya mereka karena Amerika Serikat datang dan melakukan apa yang harus dilakukan.”
Kerabat sejumlah tahanan politik menggelar aksi berjaga dengan lilin dan foto para tahanan di luar penjara El Helicoide yang terkenal di Caracas.
Nikaragua juga membebaskan 20 tahanan politik pada Sabtu pagi setelah meningkatnya tekanan dari AS, menurut surat kabar Spanyol El País—jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan yang telah dibebaskan Venezuela sejauh ini.
Tetap Kuat
Dalam sebuah acara di pasar pangan pada Sabtu, Presiden sementara Delcy Rodríguez mengatakan Venezuela tidak akan berhenti mengecam penahanan Maduro.
“Kami tidak akan beristirahat sampai Presiden Maduro kembali; kami akan menyelamatkannya,” ujarnya, tanpa menyinggung pembebasan tahanan yang baru terjadi.
AS mengeluarkan peringatan keamanan pada Sabtu yang memperingatkan warga Amerika di Venezuela tentang laporan kelompok milisi bersenjata yang “mendirikan pos pemeriksaan jalan dan menggeledah kendaraan untuk mencari bukti kewarganegaraan AS atau dukungan terhadap Amerika Serikat.”
Trump mengatakan dia telah membatalkan gelombang kedua serangan terhadap Venezuela setelah adanya kerja sama dari negara Amerika Selatan tersebut, dengan para diplomat Amerika mengunjungi Caracas, ibu kota negara itu.
Putra Maduro, anggota parlemen Nicolás Maduro Guerra, mengatakan dalam sebuah acara partai berkuasa pada Sabtu bahwa pengacara ayahnya menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja.
“Seorang pria yang tidak bisa mereka kalahkan dengan cara apa pun, akhirnya harus dihadapi dengan kekuatan yang tidak proporsional, tetapi mereka tidak mengalahkannya. Dia tetap kuat,” tambah Maduro Guerra.
Trump pada Sabtu menandatangani perintah eksekutif untuk melindungi pendapatan minyak Venezuela yang disimpan di rekening Departemen Keuangan AS, melindungi dana tersebut dari para kreditur negara Amerika Latin itu dan mencegah penyitaannya untuk melunasi utang atau klaim hukum lainnya.
AS juga dapat mencabut sebagian sanksi paling cepat pekan depan guna membantu memfasilitasi penjualan minyak, kata Menteri Keuangan Scott Bessent kepada Reuters.
Pada Jumat, para eksekutif utama perusahaan minyak AS menyatakan kehati-hatian terhadap dorongan Trump agar mereka menginvestasikan setidaknya US$100 miliar untuk membangun kembali Venezuela, dengan pimpinan Exxon Mobil Corp. menyebut negara tersebut saat ini “tidak layak untuk investasi.”
(bbn)





























