38 dari korban tewas diidentifikasi di provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Ilam, Kermanshah, dan Fars di bagian tengah dan barat Iran, menurut kelompok Aktivis HAM. Majalah TIME melaporkan pada Jumat bahwa setidaknya 217 demonstran tewas di Tehran, sebagian besar akibat tembakan peluru tajam, mengutip seorang dokter di ibu kota.
⚠️ Update: It's now 8:00 am in #Iran where the sun is rising after another night of protests met with repression; metrics show the nationwide internet blackout remains in place at 36 hours, severely limiting Iranians' ability to check on the safety of friends and loved ones ? pic.twitter.com/OYqJLsxKUK
— NetBlocks (@netblocks) January 10, 2026
Aktivis pemantau internet NetBlocks mengatakan dalam posting di X bahwa pemadaman internet secara nasional di Iran masih berlaku hingga Sabtu. Orang-orang di dalam negeri tampaknya terputus dari layanan online internasional pada sore waktu setempat, dengan banyak pengguna di seluruh dunia melaporkan bahwa mereka tidak dapat menghubungi orang terdekat di rumah selama hampir dua hari.
Demonstrasi pada Kamis dan Jumat terjadi setelah seruan dari Reza Pahlavi, putra mantan raja Iran yang diasingkan dan kini menempatkan diri sebagai pemimpin oposisi. Ia kembali mendesak demonstran untuk kembali ke jalan setelah pukul 6 sore waktu setempat pada Sabtu dan Minggu.
“Tujuan kami bukan lagi sekadar turun ke jalan,” kata Pahlavi, seorang warga AS berusia 65 tahun, dalam postingannya di X. “Tujuan kami adalah mempersiapkan diri untuk merebut pusat-pusat kota dan mempertahankannya.” Pahlavi mendesak pekerja di industri minyak, gas, dan transportasi untuk memulai pemogokan nasional, dan mengatakan dia “sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air.”
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, tiba di Tehran pada Sabtu, menurut laporan media Iran. Kunjungan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran terkait penanganan protes oleh Republik Islam Iran, sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak jelas apakah Albusaidi membawa “pesan dari mana pun.”
Oman memediasi lima putaran pembicaraan nuklir antara Tehran dan Washington tahun lalu, yang terhenti setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Juni.
Televisi negara ,emgecilkan protes pada Sabtu, dengan mengatakan pasukan keamanan telah mengendalikan demonstrasi pada Jumat setelah apa yang mereka gambarkan sebagai kerusuhan oleh “teroris bersenjata” di Tehran dan kota-kota lain pada malam sebelumnya.
Tentara Iran menyatakan loyalitasnya kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan akan “memantau pergerakan musuh di wilayah tersebut dan dengan tegas melindungi kepentingan nasional, infrastruktur strategis, dan harta benda publik” di bawah kepemimpinan pemimpin berusia 86 tahun tersebut, seperti dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.
(bbn)































