Logo Bloomberg Technoz

Ihwal jadwal peresmian RDMP Balikpapan, Laode meminta seluruh pihak menanti jadwal resmi yang akan disampaikan. 

“Kita tunggu saja ya [peresmiannya], kemarin nyaris sudah mau diresmikan. Kalau informasi dari Pertamina Januari sudah jalan,” kata Laode kepada awak media, di kantor Kementerian ESDM, Rabu (24/12/2025).

“Sebenarnya dia sudah produksi sejak Januari. Tetapi, kan kalau jualan dia harus nampung dulu kan? Jadi 3 bulan itu nampung, diisi semua. Jadi dibutuhkan waktu tiga bulanan itu untuk ngatur, dia ditampungnya di mana, pelabuhannya di mana,” lanjut Laode.

Stop Impor Solar

Usai masa sinkronisasi dilakukan, lanjut Laode, salah satu produk migas RDMP Balikpapan yakni solar akan mulai didistribusikan ke badan usaha (BU) hilir migas swasta. Dengan begitu, mulai Maret 2026 pemerintah akan mulai menyetop impor solar seiring adanya tambahan produksi dari RDMP Balikpapan yang diklaim membuat produksi solar Tanah Air surplus.

“Jadi tiga bulan itu masa persiapan. Tapi produksinya sudah, dari Januari sudah diproduksi,” tegas Laode.

Di sisi lain, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan proyek RDMP Balikpapan memproduksi Solar sesuai spesifikasi yang ditentukan pemerintah.

Oleh sebab itu, produk olahan RDMP Balikpapan juga siap untuk dipasok ke operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.

Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menegaskan kualitas Solar dari kilang Pertamina sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan pemerintah.

“Kalau kualitas solar produksi Kilang Pertamina sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan pemerintah,” kata Milla ketika dihubungi, Selasa (30/12/2025).

Di sisi lain, dia menekankan bahwa KPI rutin melakukan uji kualitas dalam mengolah minyak mentah.

Hal tersebut, dilakukan secara internal di laboratorium kilang dan di eksternal dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas)

“Kita juga lakukan uji kualitas, baik secara internal di laboratorium kilang, maupun di eksternal dengan pihak independen, Lemigas,” ujar Milla.

(azr)

No more pages