Logo Bloomberg Technoz

Saham Amman Mineral berhasil menguat 250 poin atau mencapai 3,16% di level Rp8.150/saham usai sebanyak 37 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham AMMN hari ini mencapai Rp302 miliar.

Yang juga sama potensialnya, saham BBCa mencatatkan kenaikan 75 poin dengan menguat 0,93% hingga ditutup di posisi Rp8.125/saham. Nilai transaksi jual–beli saham BCA mencapai 79 juta saham dengan nilai Rp644 miliar.

Sepuluh saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Jumat.

  1. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 7,61 poin
  2. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 7,13 poin
  3. Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menyumbang 4,81 poin
  4. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 3,74 poin
  5. Merdeka Copper Gold (MDKA) menyumbang 3,68 poin
  6. Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 3,53 poin
  7. Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 2,64 poin
  8. MNC Tourism Indonesia (KPIG) menyumbang 2,35 poin
  9. Garuda Indonesia (GIAA) menyumbang 2,22 poin
  10. Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) menyumbang 1,92 poin

Saham–saham unggulan LQ45 juga menopang laju IHSG sepanjang hari hingga melesat di teritori positif, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melesat 5,69%, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melejit 5%. Saham PT Ciputra Group Tbk (CTRA) menguat 3,59%, dan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) meninggi 3,45%.

Menyusul saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 3,17%, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) terapresiasi 2,71%, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melaju dengan kenaikan 2,34%, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 1,97%.

Potensi IHSG Selanjutnya

Sementara itu, IHSG secara teknikal, indikator Stochastic RSI mengindikasikan tren death cross di area overbought. Histogram MACD masih di area positif, namun momentumnya mulai melemah. 

Melansir riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860 – 9.000 pada pekan depan, selama tidak ditutup di atas level 9.000.  

Dari sisi fundamental, indikator consumer confidence Indonesia melemah pada level 123,5 pada Desember 2025 dari level 124 pada November 2025, akibat penurunan sebagian besar dari enam sub-indeks utama. 

Sementara itu penjualan sepeda motor dalam negeri meningkat 14,5% year–on–year/yoy menjadi 461.925 unit motor pada Desember 2025. Pertumbuhan penjualan tersebut terakselerasi dari kenaikan sebesar 2,1% yoy pada November 2025 sebelumnya. 

“Sehingga sepanjang tahun 2025, penjualan sepeda motor domestik tumbuh 1,3% yoy mencapai 6,4 juta unit, mencapai kisaran bawah target AISI yang sekitar 6,4 juta sampai 6,7 juta unit,” terang Phintraco, pertumbuhan pada tahun 2025 tersebut juga lebih rendah dibanding pertumbuhan pada tahun 2024 yang sebesar 1,5% yoy.  

Selain itu, investor juga mencermati data–data terbaru pasar tenaga kerja AS. Laporan dari perusahaan penempatan kerja Challenger, Gray and Christmas memperlihatkan Korporasi mengumumkan 35.553 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama Desember 2025, terendah sejak bulan Juli 2024.

Rencana perekrutan pekerja di bulan Desember mencapai 10.496, tertinggi sejak tahun 2022. Pada Kuartal IV–2025, Korporasi mengumumkan rencana pemangkasan 259.948 (+29% qoq) pekerja, jumlah tertinggi pada Kuartal keempat sejak tahun 2008. 

“Secara keseluruhan, potret pasar tenaga kerja AS cukup suram. Di tahun 2025 korporasi mengumumkan 1,2 juta PHK, level tertinggi sejak tahun 2020 sementara rencana perekrutan pekerja turun 34% menjadi 507.647, terendah sejak tahun 2010,” mengutip riset terbaru Phillip Sekuritas Indonesia, Jumat.

Terlebih lagi, investor juga menunggu rilis data Non–Farm Payrolls (NFP) bulan Desember yang diestimasikan terbit malam ini –dapat memberikan petunjuk mengenai apakah Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan mempertahankan atau memangkas suku bunga bulan ini, Januari 2026.

Data NFP diprediksi akan memperlihatkan ekonomi AS menambah 60.000 pekerja pada bulan Desember menyusul penambahan 64.000 pekerja pada bulan sebelumnya. Tingkat Pengangguran diprediksi turun menjadi 4,5% dari sebelumnya mencapai 4,6%.

Rata-rata Upah Per Jam (Average Hourly Earnings) diramalkan naik 0,3% mtm (+3,6% yoy ), lebih cepat dari laju kenaikan 0,1% mtm (+3,5% yoy) pada bulan November.

(fad)

No more pages