Logo Bloomberg Technoz

Nestlé mengatakan telah memberi tahu otoritas lokal terkait di hampir 50 negara dan keputusan untuk mengumumkan penarikan publik berada di tangan masing-masing badan tersebut. Negara-negara yang sejauh ini telah mengeluarkan penarikan publik termasuk Jerman, Australia, Brasil, dan China.

Dalam pernyataan terpisah yang diposting di situs web Nestlé China pada Selasa, perusahaan mengatakan pihaknya secara sukarela menarik kembali 41 batch produk susu formula bayi yang diimpor dari Eropa dan dijual melalui saluran daring di China daratan. Nestlé menambahkan belum menerima laporan ketidaknyamanan apa pun, namun mendesak para orang tua untuk tidak memberikan produk-produk tersebut kepada anak-anak mereka.

Nestlé juga menarik kembali produk-produk yang terdampak di Hong Kong, sementara Pusat Keamanan Pangan kota tersebut telah melakukan penyelidikan.

Meski Nestlé belum menghitung total biaya dari penarikan global ini, perusahaan tidak memperkirakan dampak keuangan yang signifikan. Batch yang terdampak mewakili jauh kurang dari 0,5% dari penjualan tahunan grup, kata Nestlé. Namun, sejumlah analis memperkirakan dampak yang berpotensi lebih besar, dengan Jefferies menyebut risiko penjualan total dalam skenario terburuk bisa mencapai hingga 1,3% dari penjualan grup, setara sekitar 1,2 miliar franc Swiss (US$1,5 miliar).

Risiko reputasi bagi Nestlé berpotensi menjadi masalah yang lebih besar, menurut Jean-Philippe Bertschy, analis di Vontobel.

“NutrisI bayi adalah kategori yang sangat strategis dan berbasis kepercayaan tinggi, di mana Nestlé menguasai lebih dari 20% pasar global,” katanya. “Risiko reputasi adalah kekhawatiran utama kami, bukan dampak keuangan absolut.”

Perilaku konsumen setelah penarikan produk dapat berbeda-beda di tiap pasar, menurut David Hayes, analis ekuitas di Jefferies. “Penarikan akibat alarm palsu kontaminasi terhadap merek Dumex milik Danone di China pada 2013 hampir menghapus sekitar €800 juta penjualan merek tersebut,” katanya. “Ketika Abbott menarik kembali sebagian produk merek Similac pada 2010 dan 2022 di AS, pemulihan pangsa pasar merek itu tercapai dalam waktu sekitar satu tahun.”

Penarikan berskala besar ini akan menjadi tantangan tambahan bagi CEO baru Nestlé, Philipp Navratil, yang tengah berupaya merombak kinerja perusahaan yang dalam setahun terakhir diguncang berbagai skandal. Eksekutif tersebut, yang ditunjuk setelah pemecatan Laurent Freixe karena gagal mengungkapkan hubungan romantis dengan seorang bawahan, saat ini juga sedang memangkas ribuan pekerjaan di perusahaan serta berupaya meningkatkan volume penjualan dan arus kas bebas.

Saham Nestlé turun sekitar 6% sejak kabar penarikan produk ini muncul. Saham tersebut naik sedikit di atas 5% sepanjang 2025.

(bbn)

No more pages