Ke depan, harga emas sepertinya akan dipengaruhi oleh dinamika di Amerika Serikat (AS). Akhir pekan ini, akan ada rilis data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam.
Data ini akan menjadi petunjuk seputar arah kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve. Penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) diperkirakan meningkat. Namun tingkat pengangguran sepertinya masih akan tetap tinggi.
Menurut Bloomberg Economics, sinyal yang bertolak belakang ini akan menyulitkan The Fed untuk melanjutkan pemotongan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan jika suku bunga turun, demikian pula sebaliknya.
(aji)
No more pages


























