Logo Bloomberg Technoz

Intertek Testing Services mencatat ekspor CPO Malaysia pada 1-5 Januari melejit 31% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Namun, Direktur Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam menyebut bahwa kenaikan harga CPO masih bisa tertahan oleh stok yang melimpah. Stok CPO Malaysia kini mendekati 3 juta ton.

“Kita belum keluar dari masalah dengan stok yang mendekati 3 juta ton dan pasokan yang masih menunggu untuk dikirim. Potensi penguatan nilai tukar ringgit juga bisa menjadi sentimen negatif bagi harga CPO,” kata Supramaniam, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini, Kamis (8/1/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 44. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Lalu indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 68. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO sepertinya akan bergerak terbatas. Target support terdekat ada di rentang MYR 4.022-4.016/ton.

Jika harga CPO sampai menembus pivot point MYR 3.997/ton, maka ada risiko terjadi koreksi lebih dalam ke arah MYR 3.971-3.945/ton. 

Namun andai harga CPO bisa naik lagi, maka target resisten terdekat adalah MYR 4.038-4.064/ton. Dari sini, harga bisa terangkat ke MYR 4.090/ton sebagai target paling optimistis.

(aji)

No more pages